5 Fakta Gen Z vs Milenial di Tempat Kerja

Generasi milenial dan Gen Z saat ini memegang peranan penting di pasar tenaga kerja Amerika Serikat, dengan milenial menyumbang sekitar 35% dari total angkatan kerja dan Gen Z sekitar 11.6%. Meskipun terdapat perbedaan antara kedua generasi ini, keduanya memiliki pandangan yang mirip dalam hal peluang pertumbuhan dan pengembangan: mereka ingin belajar.

Berikut adalah 5 statistik yang menunjukkan betapa pentingnya pembelajaran di tempat kerja bagi generasi milenial dan Gen Z:

1. 7 dari 10 pekerja Gen Z menyatakan bahwa kesempatan pembelajaran di tempat kerja termasuk dalam prioritas utama mereka saat mencari pekerjaan.

Menurut survei terbaru dari TalentLMS dan BambooHR, Gen Z memiliki keinginan yang jelas untuk pelatihan dan pengembangan di tempat kerja. Sebanyak 31% dari Gen Z yang tidak menerima pelatihan dinyatakan kemungkinan akan mengganti pekerjaan dalam 12 bulan berikutnya.

2. 87% dari milenial menilai kesempatan pengembangan sebagai hal yang penting dalam pekerjaan bagi mereka.

Survei Gallup yang sama juga menemukan bahwa hanya 69% non-milenial yang menyatakan hal yang sama. Milenial ingin tumbuh dan berkembang, baik secara pribadi maupun profesional, dan secara aktif mencari pekerjaan yang memberikan kesempatan untuk melakukannya.

3. 76% dari Gen Z menyatakan bahwa pembelajaran merupakan kunci kesuksesan bagi mereka.

Data ini berasal dari Laporan Pembelajaran Tempat Kerja LinkedIn 2021, yang juga menemukan bahwa 69% pembelajar Gen Z menyatakan bahwa mereka lebih banyak meluangkan waktu untuk belajar dibanding tahun sebelumnya. Generasi Z memprioritaskan pertumbuhan karier dan melihat bahwa kesempatan pembelajaran dan pengembangan sangat penting bagi kesuksesan profesional mereka.

4. 51% karyawan milenial ingin meningkatkan keterampilan untuk menjalankan fungsi baru di tempat kerja.

Menurut survei Statista tahun 2021, lebih dari setengah milenial ingin mempelajari keterampilan baru agar dapat menjalankan fungsi baru di tempat kerja. Dengan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa keterampilan sekarang memiliki “setengah umur” sekitar lima tahun (dan setengah umur hanya dua setengah tahun untuk beberapa keterampilan teknis), milenial menyadari bahwa peningkatan keterampilan sangat penting bagi kesuksesan mereka.

5. 59% pekerja Gen Z bersedia mempelajari keterampilan profesional untuk mendapatkan lebih banyak uang.

Data ini, yang berasal dari LinkedIn, menunjukkan bahwa kompensasi finansial merupakan faktor motivasi penting bagi pekerja Gen Z. Selain itu, 46% pekerja Gen Z menyatakan bahwa mereka akan mempelajari keterampilan baru untuk mendapatkan promosi, yang lebih menegaskan bahwa Gen Z sangat menginginkan kesempatan belajar yang dapat mengarah pada kemajuan karier, baik dalam hal jabatan maupun gaji.

Dari statistik di atas, jelas terlihat betapa pentingnya pembelajaran di tempat kerja bagi generasi milenial dan Gen Z. Untuk itu, perusahaan perlu memperhatikan kebutuhan ini agar dapat mempertahankan tenaga kerja dari kedua generasi ini dan memastikan pertumbuhan dan kesuksesan mereka di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan artikel ini ke rekan-rekan Anda:

Selamat!

Proses pendaftaran Anda telah berhasil. Silahkan cek e-mail Anda untuk informasi selanjutnya.